Pentingnya Etos Kerja Bagi Pengembangan Profesional Guru

OPINIDIBACA : 17.378 KALI

Oleh: Sunarto, M. Pd

Guru merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh karenanya etos kerja guru yang baik sangat diperlukan bagi tercapainya hasil pendidikan yang bermutu. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Untuk mengoptimalkan tugas guru tersebut selain dituntut memiliki kompetensi profesional juga perlu memperhatikan guru dari segi yang lain seperti etos kerjanya. Pada guru yang tinggi etos kerjanya akan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Demikian sebaliknya, jika etos kerja guru rendah maka akan berdampak negatif terhadap perkembangan mutu pendidikan. Guru yang membolos, mengajar tidak terencana, malas, sering mengeluh merupakan tanda adanya etos kerja guru rendah.

Sebagaimana terjadinya kasus kenakalan siswa seperti tawuran dan krisis moral terhadap guru. Ada kegalauan muncul kala menjumpai realitas bahwa guru di sekolah menghukum secara berlebihan di atas ambang batas normatif  dan miskin memberi reward terhadap siswanya. Ada kegundahan ketika sosok guru berbuat asusila terhadap siswanya.

Dunia pendidikan yang harusnya penuh dengan kasih sayang, tempat untuk belajar tentang moral, budi pekerti justru sekarang ini dekat dengan tindak kekerasan dan asusila. Dunia yang seharusnya mencerminkan sikap-sikap intelektual, budi pekerti, dan menjunjung tinggi nilai moral, justru telah dicoreng oleh segelintir oknum pendidik (guru) yang tidak bertanggung jawab. Realitas ini mengandung pesan bahwa dunia guru harus segera melakukan evaluasi ke dalam. Sepertinya, sudah waktunya untuk melakukan pelurusan kembali atas pemahaman dalam memposisikan profesi guru.

Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru secara perlahan-lahan. Pergeseran ini telah menyebabkan dua pihak yang tadinya sama-sama membawa kepentingan dan saling membutuhkan, yakni guru dan siswa, menjadi tidak lagi saling membutuhkan. Akibatnya suasana belajar sangat memberatkan, membosankan, dan jauh dari suasana yang membahagiakan. Dari sinilah konflik demi konflik muncul sehingga pihak-pihak di dalamnya mudah frustasi lantas mudah melampiaskan kegundahan dengan cara-cara yang tidak benar.

Contoh kejadian di atas adalah sebagian bukti akibat dari rendahnya etos kerja guru. Untuk itulah etos kerja guru yang tinggi menjadi sangat penting agar permasalahan tersebut dapat teratasi, dan selain itu sebagai upaya pengembangan kualitas pendidikan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era abad 21 yang penuh penuh tantangan dan persaingan.

Tugas tantangan dan tanggung jawab guru senatiasa akan menjadi semakin berat, guru dituntut harus mampu mengembangkan dan memberdayakan dirinya sendiri, mampu menguasai, menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara maksimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan efektifitas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai, guru akan tetap eksis dan mampu mengembangkan program, menyusun perencanaan dan melaksanakan program pembelajaran dengan berbagai strategi dan pendekatan yang lebih inovatif, kreatif, efektif dan berkualitas.

Sebagai pendidik peran dan tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Agar guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal, untuk itu guru dituntut memiliki etos kerja yang tinggi di samping sejumlah kompetensi lain yang memadai. Guru di masa depan diperlukan guru yang visioner, guru yang mampu membaca tantangan zaman, memiliki rasa percaya diri dan etos kerja tinggi, sehingga siap menghadapi setiap tantangan dan perubahan zaman, dan dengan demikian pendidikan dimungkinkan akan dapat menghasilkan generasi masa depan yang cerdas, terampil, mandiri dan siap hidup dengan berbagai tantangan pada zamannya.

Etos kerja guru merupakan semangat kerja guru dalam menjalankan tugas profesionalismenya. Guru yang memiliki etos kerja yang tinggi senatiasa tidak akan bergantung pada orang lain, dan relatif lebih mampu menghadapi segala tantangan dan permasalahan, ia akan selalu berusaha mencari dan menemukan cara yang tepat untuk memecahkan dan menyelesaikan permasalahanpermasalahan yang dihadapinya.

Kualitas sekolah dalam konteks pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan sangat bergantung pada seberapa tinggi atau besarnya tingkat etos kerja para guru di sekolah. Proses tersebut akan menjadikan sarana pelepasan energi bagi guru untuk lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

Melalui etos kerja yang tinggi, para guru akan termotivasi dan lebih berani melakukan hal-hal yang lebih inovatif, kreatif, efektif dan produktif, sehingga dapat mendorong proses pembelajaran siswa menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan. Dengan etos kerja yang tinggi, para guru dimungkinkan akan berusaha bekerja lebih semangat, penuh rasa percaya diri dan lebih bertanggung jawab, sehingga mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi seiring laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan semakin kompleknya tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan.

Etos kerja guru sangat penting dalam konteks pengembangan profesionalisme guru, karena itu perlu dijaga dan dibina secara berkelanjutan. Dengan etos kerja guru yang tinggi sangat memungkinkan para guru mampu mengambil keputusan-keputusan terbaik untuk mengaktualisasikan dirinya secara maksimal.

Etos kerja guru akan menjadikan dasar yang memungkinkan seseorang guru mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi utamanya sebagai guru, dan mampu mengembangkan profesi, memahami wawasan kependidikan, menguasai bahan kajian akademik, sehingga mampu berinovasi dan memiliki keterampilan menyusun perencanaan program pembelajaran secara tepat, kreatif mengembangkan program pembelajaran, efektif dalam mengelola pelaksanaan program pembelajaran, mampu menilai hasil pembelajaran dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian, serta mampu mendiagnosis faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran.

Etos kerja bagi profesi guru sangat penting, karena akan menjadikan guru semakin sadar dan terus memberdayakan dirinya sendiri dalam upaya meningkatkan kemampuan berkaitan dengan peran dan tugasnya di bidang pendidikan. Guru harus mampu berupaya mengembangkan dirinya sendiri secara maksimal. Etos kerja sendiri dapat memberikan kekuasaan keahlian (expert power) pada pendidik (guru), sehingga menjadikan guru sebagai profesi yang penting, kuat dan tangguh dalam proses pendidikan.

Etos kerja sangat penting bagi guru, karena dengan etos kerja, guru dimungkinkan akan dapat meningkatkan kualitas kinerjanya menjadi lebih baik. Dengan etos kerja yang kuat dan mantap guru tersebut akan dapat mengembangkan dirinya sendiri, mampu melaksanakan tugas-tugas dan aktivitas belajar mengajar serta dapat menentukan cara belajar mengajar yang inovatif, kreatif dan efektif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang pada akhirnya guru mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi kepentingan pembangunan bangsa yang berkualitas, bermoral dan bermartabat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. (*)

(*) Penulis Kepala SDN Mangunjaya 07, Kecamatan Tambun Selatan

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *