Implementasi Total Quality Management Dalam Institusi Pendidikan

KARYA ILMIAH, PENDIDIKANDIBACA : 15.159 KALI

Oleh: SUNARTO, M. Pd (*)

I. PENDAHULUAN

TQM (Total Quality Management) atau dalam bahasa Indonesia, Manajemen Mutu Terpadu (MMT) adalah strategi manajemen yang berbasis kualitas proses, pelayanan, sumber daya manusia dan hasil. Dalam bidang pendidikan, TQM memang terlihat belum familier dan masih jarang yang mengimplementasikan konsep tersebut.

Peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri merupakan yang harus selalu dilakukan oleh seluruh elemen bidang pendidikan. Menyadari pentingnya kualitas proses pelayanan pendidikan, pemerintah telah menerbitkan Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah sehingga dapat membawa perubahan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Seiring dengan hal itu, Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada bab IV pasal II ayat 2 menyatakan bahwa “pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.    Diterbitkannya undang-undang tersebut adalah merupakan bukti perhatian serius pemerintah terhadap pentingnya kualitas pendidikan.

Dalam mencapai kualitas pendidikan, institusi pendidikan (sekolah) idealnya dapat mengimplementasikan konsep strategi manajemen yang disebut Total Quality Management (TQM), dengan cara melakukan proses perbaikan secara terus-menerus terhadap seluruh komponen manajemen sekolah yang terdiri dari komponen bidang kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, sarana dan prasarana, keuangan, dan layanan khusus (perpustakaan, Usaha Kesehatan Sekolah, cafeteria, dll).

Tulisan ini, membahas tentang implementasi Total Quality Management dalam institusi pendidikan untuk memperkenalkan dan mengetahui konsep tersebut.

II. PEMBAHASAN

      A. Definisi Total Quality Management (TQM)

Secara umum sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah “suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.”

Pengertian lain dikemukakan oleh Drs. M.N. Nasution, M.S.c., A.P.U. mengatakan bahwa Total Quality Management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan lingkungannya.

Dalam konteksnya dengan dunia pendidikan, menurut Sallis (2006:73) TQM adalah sebuah filosofi tentang perbaikan secara terus-menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan para pelanggannya, saat ini dan untuk masa yang akan datang. Serupa dengan Sallis, Syafaruddin (2002:36) berpendapat bahwa: Manajemen mutu pendidikan merupakan aplikasi konsep manajemen mutu yang disesuaikan dengan sifat dasar sekolah sebagai organisasi jasa kemanusiaan (pembinaan potensi pelajar) melalui pengembangan pembelajaran berkualitas, agar melahirkan lulusan yang sesuai dengan harapan orangtua, masyarakat, dan pelanggan pendidikan lainnya.

Lebih lanjut, Schargel menegaskan bahwa total quality education is a process which involves focusing on meeting and exceeding customer expectations, continuous improvement, sharing responsibilities with employees, and reducing scrap and rework (Syafaruddin, 2002:36). Mutu terpadu dalam pendidikan dipahami sebagai suatu proses yang melibatkan pemusatan pada pencapaian kepuasan harapan pelanggan pendidikan, perbaikan terus menerus, pembagian tanggung jawab dengan para pegawai, dan pengurangan pekerjaan tersisa dan pengerjaan kembali (ulang).

                  Suto Prabowo dalam http://iptek.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/624 menulis: Total Quality Management adalah salah satu model atau metode yang digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di lembaga pendidikan

      B.Konsep TQM Dalam Institusi Pendidikan

Salah satu konsep dasar Total Quality Management (TQM) dalam institusi pendidikan, menurut Muhammad Kristiawan, dkk, dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pendidikan, adalah konsep “tim”, artinya para anggota organisasi pendidikan dan satuan pendidikan bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk satu tujuan yang ditetapkan dengan focus kualitas pelanggan pelajar yang berimplikasi pada kualitas lulusan sebagai produk dari pendidikan, yang tergambar sebagai berikut:

Gambar 1.Tim Total Quality Management

Dalam konsep TQM (Total Quality Management) organisasi dipandang sebagai suatu system yang memiliki input, proses, dan output. Produk merupakan hasil dari proses yang menggabungkan paling sedikit empat unsur, yaitu mesin, metode, material, dan manusia. Inspeksi hasil akhir suatu system dalam Total Quality Management (TQM) bukanlah satu-satunya cara terbaik untuk mencapai mutu tetapi mutu lebih baik diwujudkan melalui perbaikan proses secara terus menerus, sejalan dengan perbaikan proses.

Pada konsep lainnya, TQM dalam pendidikan dapat diimplementasikan dengan menggunakan model yang dikutip Supriyanto (1999:33) sebagaimana gambar berikut:

Gambar 2. Model Implementasi TQM Dalam Pendidikan

Model implementasi TQM tersebut dimulai dari tujuan utama TQM itu sendiri. Tujuan utama dari TQM yaitu meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan disegala komponen pendidikan secara berkelanjutan dan bertahap. Sedangkan prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan berfokus pada pelanggan pendidikan, peningkatan kualitas melalui proses serta melibatkan seluruh tim yang ada secara menyeluruh. Agar berhasil, implementasi TQM di bidang pendidikan harus juga didukung dengan adanya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan, melalui: kepemimpinan, pendidikan dan latihan, dukungan struktur, komunikasi, penghargaan dan pengakuan, serta pengukuran.

Dengan demikian, TQM dalam pendidikan berkaitan dengan adanya penciptaan budaya kualitas dengan menempatkan pelanggan sebagai fokus utama melalui pelibatan seluruh karyawan dan staf bidang pendidikan serta perbaikan secara terus menerus, demi tercapainya organisasi pendidikan yang bermutu, yang mampu bersaing dan tetap bertahan dalam era perkembangan zaman.

      C. Implementasi Total Quality Management dalam Institusi Pendidikan

Untuk memulai mengimplementasikan Total Quality Management  adalah sebuah tugas yang tidak mudah. Terdapat sejumlah langkah yang simple dan penting untuk mengimplementasikan TQM dalam institusi pendidikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Kepemimpinan dan komitmen terhadap kualitas.
  2. Menyenangkan kustomer
  3. Menunjuk fasilitator berkualitas
  4. Membentuk kelompok pengarah yang berkualitas
  5. Mengangkat koordinator yang berkualitas
  6. Mengadakan seminar manajemen senior
  7. Menganalisa dan mendiagnosis situasi terkini
  8. Menggunakan model di tempat lain yang telah berkembang
  9. Menempatkan konsultan eksternal
  10. Memulai training staf tentang  kualitas
  11. Mengkomunikasikan pesan-pesan kualitas
  12. Menerapkan peralatan dan teknik berkualitas melalui pengembangan kelompok kerja secara efektif.

Penjabaran penulis berdasarkan langkah-langkah di atas adalah untuk mengimplementasikan TQM dalam institusi pendidikan, yaitu dengan: a) memiliki kepemimpinan dan komitmen kepala sekolah terhadap kualitas; b) memenuhi harapan pelanggan internal (guru dan staf) dan eksternal (siswa, orangtua, stakeholder); c) membentuk tim pengembang sekolah dan/atau kurikulum; d) mengikuti seminar, workshop, bimtek manajemen; e) membuat analisa tentang kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunity), dan tantangan (Threats), yang dihadapi lembaga sekolah; f) mengadakan studi banding; g) menempatkan konsultan pendidikan (pengawas binaan) dari dinas pendidikan; h) memberikan training staf; i) menciptakan komunikasi berkualitas; dan j) menggunakan dan mengembangkan alat dan media pembelajaran melalui kelompok kerja secara efektif.

      D. Manfaat Penerapan MMT (TQM) Dalam Institusi Pendidikan

Ada beberapa manfaat positif yang diperoleh jika lembaga pendidikan mampu mengimplementasikan TQM secara baik di masa mendatang. Beberapa manfaat yang dimaksudkan, antara lain :

  1. Pelaksanaan perubahan/mutasi pegawai tidak mengganggu aktivitas utama lembaga pendidikan.
  2. Keluhan dari pelanggan internal maupun eksternal dapat dieliminasi sekecil mungkin.
  3. Pemanfaatan sumber daya yang dimiliki dan ada di lembaga lebih optimal.
  4. Pelaksanaan aktivitas utama lebih efisien dan efektif.
  5. Memperoleh pengakuan dari pihak lain terhadap eksistensi lembaga pendidikan.
  6. Dapat menjadi model untuk mengembangkan lembaga pendidikan lainnya.
  7. Hubungan antar lembaga pendidikan dengan stakeholders menjadi lebih baik.

III. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian tentang implementasi Total Quality Management (TQM) dalam institusi pendidikan pada pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

  1. TQM (manajemen mutu terpadu) merupakan proses perbaikan yang dilakukan sekolah secara terus-menerus dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
  2. Dalam proses TQM, sekolah merupakan institusi layanan jasa pendidikan yang melayani pelanggan baik secara internal (guru, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi), maupun eksternal (siswa, orangtua, masyarakat, pemerintah, dan alumni).
  3. TQM dalam konteks pendidikan menempatkan siswa sebagai pelanggan utama yang langsung menerima layanan pendidikan di sekolah.
  4. Dalam TQM setiap personal diberi hak mengambil keputusan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dengan focus pada kualitas, dan bekerja secara tim yang berimplikasi pada kualitas lulusan sebagai produk dari pendidikan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

(*) Penulis adalah Kepala SDN Mangunjaya 07, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *