CIKARANG– Sebagai salah satu peserta JKN-KIS dari segmentasi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, Aji Sulisyo yang akrab disapa Aji (24) memiliki cerita tersendiri dalam merasakan manfaat yang dihadirkan dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. Saat itu, Aji menceritakan bahwa sang ayah, Teguh sugiyanto (64) harus mendapatkan tindakan operasi lantaran penyakit fistula ani yang di deritanya.
Fistula ani merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi kelenjar anal yang menyebar ke kulit. Penyakit ini sudah diderita ayahnya sejak 4 tahun lalu, saat ia mengenyam pendidikan di bangku kuliah.
“Dulu waktu saya masih kuliah, ayah saya menderita penyakit fistula ani di dekat lubang anusnya, ada lubang lagi. Ayah saya sering merasa kesakitan dan lemas lantaran penyakitnya,” ujar Aji, Kamis (16/04/2020).
Aji yang bekerja di salah satu lembaga pelayanan pendidikan anak usia dini, mengaku senang dengan adanya program dari pemerintah itu. Ia mengatakan berkat program jaminan kesehatan pemerintah yaitu Program JKN-KIS, ayah tersayangnya bisa mendapatkan pelayanan operasi secara gratis.
“Alhamdulilah berkat program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), ayah saya bisa melakukan operasi penyakitnya tanpa bayar sepersen pun. Sungguh senang sekali. Terima kasih JKN-KIS,” ujarnya.
Menurutnya, apa yang ia dengar selama ini mengenai kesulitan untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tidaklah benar, cukup mengikuti prosedur yang ada ayahnya sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan dengan cukup baik.
“Perawatan dari pra hingga pasca operasi-pun termasuk cepat gak dilama-lamakan. Hari Kamis masuk rumah sakit, Jumat langsung masuk ruang perawatan. Memang kita harus mengikuti prosedur administrasinya yang ada. Jika kita mengikuti prosedurnya, kita bisa dengan mudahnya mendapatkan perawatan,” ujar Aji dengan antusiasnya.
Menurut Aji pengeluaran yang ia keluarkan perbulan untuk membayar iuran tidak lah sebanding dengan manfaat begitu besar yang keluarga ia rasakan.
“Kalau pakai uang sediri saya harus mengeluarkan biaya 80 juta untuk operasi ayah saya, belum perawatan rawat-inap dan obat-obatannya. Kita kemarin gak ngeluarin biaya sama sekali,” ujar Aji saat ditemui di kediamannya.
Ia berharap kedepannya agar masyarakat dapat bergabung menjadi peserta JKN-KIS untuk bergotong-royong mewujudkan Indonesia yang lebih baik dari segi kesehatannya. (HK/rr/amh).






