CIKARANG- Dengan ikut mendaftarkan diri sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan cerminan masyarakat yang taat akan regulasi pemerintah. Oktaviasari Intan Pertiwi (25) atau yang akrab disapa Intan itu merupakan salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang ingin selalu memiliki jaminan kesehatan yang dapat membantu dirinya dan juga masyarakat pada umumnya.
Perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan swasta ini mengapresiasi program jaminan kesehatan yang dibuat oleh pemerintah. Baginya, apa yang ia keluarkan setiap bulannya tidak sebesar manfaat yang ia terima selama ini. Tidak hanya sebagai jaminan kesehatan untuk dirinya, melalui Program JKN-KIS, ia dapat membantu peserta lain dengan iuran yang ia bayarkan setiap bulannya.
“Saya senang dan bangga menjadi peserta JKN-KIS. Dengan menjadi peserta yang tepat membayar iuran perbulannya saya bisa membantu peserta lain yang lebih dahulu membutuhkan biaya pengobatan. Jika saya membantu saat ini mungkin saja saya dibantu kedepannya. Gak ada salahnya kok membantu sesama,” ujar Intan pada Rabu (19/02).
Dirinya menceritakan keinginannya untuk menjadi peserta JKN-KIS di mulai dari keibaannya saat melihat orang-orang kurang mampu yang ia temui saat menuju ke kantornya. Namun ia merasa kesulitan untuk dapat membantu orang-orang kesulitan untuk berobat tersebut karena terhalang oleh waktu. Saat mengetahui sistem Program JKN-KIS dengan prinsip gotong royong, ia merasa beruntung karena menemukan solusi dari permasalahannya selama ini.
“Dulu waktu saya ingin berangkat bekerja, sering sekali menemukan pemandangan yang menyayat hati. Ada ibu-ibu gendong anak bayinya sambil minta-minta. Ada juga kakek-kakek yang kelihatannya lesu dan mereka sepertinya sedang dalam keadaan tidak sehat atau perlu berobat. Ketika mau ngasih sedekah, ada saja halangan karna lagi buru-buru dan terkadang karena kondisi jalan yang macet dan membuat jadi males,” tambah wanita kelahiran Pekanbaru itu.
Selain itu, ia juga menuturkan denga prinsip gotong royong yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan, merupakan hal yang sangat cocok dan memberikan efek tersendiri terutama selalu dapat mengingatkan dirinya untuk selalu membantu sesama.
“Saya kalau ingat slogan Dengan Gotong Royong Semua Tertolong, membuat saya tersadar untuk segera dapat memberikan bantuan terhadap sesama, karena kita juga tidak tau bagaimana kita kedepannya. Selagi masih ada kesempatan untuk membantu orang ya gunakanlah kesempatan itu,” kata intan.
Di akhir pertemuan dengan tim Jamkesnews, Intan mengungkapkan harapan kedepannya agar masyarakat Indonesia dapat segera menyadari pentingnya jaminan sosial kesehatan ini. Perlunya sistem saling gotong royong dalam membangun mewujudkan Indonesia sehat. (HK/rr/amh).










