SUKATANI – Sepanjang Tiga Kilometer Sungai Cikarang Hilir dinormalisasi dalam rangka program Citarum Harum Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum sektor 20. Kegiatan normalisasi tersebut dibuka langsung oleh Komandan Sektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf. Kukuh Hartono, dan dilaksankan di Pintu Air Kali Bancong, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/7/2020).
Komandan Sektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf. Kukuh Hartono mengatakan, kegiatan saat ini pembukaan normalisasi Sungai Cikarang Hilir terkait dengan program Citarum Harum. Program Citarum Harum tersebut telah dicanangkan oleh Presiden RI sejak Tahun 2018. Yang telah digelar diseluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, diseluruh sektor Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bekasi, yang berada atau masuk sektor 20.
“Sektor 20 Satgas Citarum Harum meliputi Kecamatan Cibarusah-Bojongmangu sampai Kecamatan Muara Gembong, dengan jarak 134 kilometer,” katanya kepada FORMENEWS.ID.
Lanjutnya, Sektor 20 Citarum Harum itu termasuk didalamnya subsektor 7 Sukatani, sehingga di normalisasinya sungai Cikarang Hilir, dan pada tahap pertama yang akan dinormalisasi sekitar tiga kilometer. Memang sungai parah karena adanya pendangkalan yang disebabkan sampah-sampah tumbuhan dan sampah rumah tangga.
“Ya, normalisasi ini melibatkan masyarakat, yakni masyarakat yang masuk ke Satgas Citarum Harum sektor 20 ada sekitar 8 personil yang gabung dengan TNI. Tapi saya mohonkan bantuan kepada masyarakat khususnya yang ada dibantaran sungai, agar tidak membuang sampah ke sungai,” tandasnya.
Perwakilan dari Balai Besar Sungai Citarum (BBWSC) Yogi Wiguna menegaskan, memang secara teknis peraturannya sudah jelas bahwa dibantaran sungai itu tidak dihuni atau tidak ada bangunan. Tapi saat ini program Citarum Harum di sektor 20 khusus di Subsektor 7 fokus untuk normalisasi dan kebersihan sungai. Untuk hal penertiban bangunan tentunya harus berkoordinasi dengan Muspika, Pemerintah Desa, dan masyarakat. Yang pasti dampaknya sungai menjadi sempit karena dampak sedimentasi penumpukan sampah. Dampak dari sedimentasi juga terjadi di 15 desa.
“Program sebagus apapun tidak akan sukses dan berhasil, jika tidak ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri, termasuk program Citarum Harum,” tuturnya.
Camat Sukatani Imam F, dirinya mendukung program Citarum Harum, maka ia pun menghimbau kepada masyarakat, agar patuh terhadap aturan dan jangan membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang ke saluran sungai yang telah dinormalisasi.
“Hari ini juga masyarakat harus sadar dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi buang sampah ke sungai,” tutupnya. (ags495/amh)







