Tekan Penularan Covid-19, Puskesmas Cibarusah Gencarkan Tes Swab Massal

BEKASI TERKINI, INFO KITA, KESEHATANDIBACA : 3.080 KALI

CIBARUSAH – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Cibarusah melalui Puskesmas Cibarusah terus melakukan upaya untuk menekan penularan Covid-19, yakni dengan melakukan Rapid Tes dan Tes Swab masif (massal). Seperti yang telah dilakukan sebelumnya, kegiatan Swab tes masal di Bulan Juli di Pasar Cibarusah, 22  dan 31 Agustus 2020 di Puskesmas Cibarusah.

Kepala Unit Pelaksana Tehnik Dinas (UPTD) Puskesmas Cibarusah dr. Adi Pranaya, memaparkan untuk menekan penularan Covid-19 upayanya adalah telah dilaksanakannya Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) Masif kepada 220 orang dengan dibagi dua gelombang. Gelombang pertama Swab Masif dilaksanakan pada 22 Agustus 2020 terhadap 120 orang hasilnya 2 orang positif, dan gelombang ke 2 dilaksanakan 31 Agustus 2020, yang positif satu orang. Hasil  pemeriksaan Tes Swab Masif tersebut yang positif langsung dilakukan isolasi.

“Jangan sampai Tes Swab Selasa kemarin (8/9/2020) ada yang positif, semuanya negatif, tinggal tunggu hasil nanti seperti apa Positif apa Negatif,” ujarnya kepada Formenews.id, Rabu (9/9/2020).

Dengan demikian, ungkap Adi, di Kecamatan Cibarusah ini, ternyata kondisi positif dari hasil tes swab masih banyak. Dan saat ini masih ada beberapa orang di rawat di Wisma PU atau di Bapelkes Cikarang.

“Dengan melihat kondisi saat ini, agar terhindar dari resiko tertular Covid-19, maka warga masyarakat harus tetap mengikuti protokol kesehatan seperti jaga jarak, masker dan disinpektan,” tandasnya.

Kemudian Tes Swab pun, tidak hanya, untuk tenaga kesehatan saja, tetapi kepada Guru, Pondok Pesantren, Kecamatan, Desa, TNI dan Polri serta Organisasi Pemuda seperti Karangtaruna dan KNPI, termasuk awak media.

“Harapan saya tetaplah mengikuti protokol COVID-19, berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), ditambah dengan JMD (jaga jarak, masker, dan desinfektan),” terangnya.

semua oang yang berpotensi berhubungan dengan masyarakat dapat dilakukan sempling pemeriksaan.

Begitu pun bagi masyarakat yang akan mengadakan acara-acara, meskipun sudah berupaya melakukan protokol kesehatan, tetap diberikan himbaun.

Tidak bisa menampik, makan bersama pun berpotensi menularkan. Sebab itulah jika memang harus makan bersama yang pasti jangan berhadapan, jaga jarak, kemudian setelahnya gunakan masker.

Agar warga Kecamatan Cibarusah senantiasa melindungi dari resiko kematian, apalagi terkena covid-19.

“Masyarakat pun harus tahu, bahwa di Kecamatan Cibarusah ada beberapa orang yang meninggal akibat covid-19. Ada yang di makamkan secara kekeluargaan ada juga yang dimakamkan di Pasir Tanjung Cikarang Pusat,” tutupnya. (Agus495/amh)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *