CIKARANG – Memasuki musim penghujan, pastinya memiliki dampak tersendiri bagi sebagian masyarakat. Menjaga asupan makanan agar tubuh tetap sehat perlu dilakukan agar terhindar dari berbagai macam peyakit yang datang. Tidak hanya menjaga asupan makanan, perlunya jaminan kesehatan bagi setiap masyarakat agar terhindar dari besarnya biaya pengobatan yang tidak terduga juga harus disiapkan sejak dini.
Seperti yang dilakukan oleh salah satu peserta bernama Mira (24), ibu rumah tangga yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri mengaku sangat penting akan jaminan kesehatan ini. Ia menuturkan kesehatan merupakan aset utama yang perlu dijaga. Maka dari itu, ia mempercayakan Program JKN-KIS sebagai jaminan kesehatan diri dan keluarganya.
“Kesehatan itu adalah hal yang perlu kita jaga, pentingnya jaminan kesehatan sebagai penjaga kita di saat sakit dan di saat membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Selain itu kita bisa menjadi warga negara yang taat akan regulasi pemerintah,” ujar Mira saat ditemui tim Jamkesnews pada Rabu (26/02).
Tidak hanya itu, Mira mengakui selama empat tahun menjadi peserta JKN-KIS, ia benar-benar merasakan manfaat yang ia terima, terutama dalam membantu biaya kemoterapi putri pertamanya yang mengidap penyakit kanker.
“Putri pertama saya yang berusia lima tahun harus menjalankan kemoterapi akibat kanker yang dia derita. Terkadang saya sedih, tetapi hal tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah. Untung saja saya sudah mempercayai kepada Program JKN-KIS sebagai jaminan kesehatan keluarga saya. Alhamdulillah tidak ada sedikitpun biaya yang saya keluarkan untuk biaya kemoteraphy anak saya,” ujar wanita yang tinggal di Karang Anyer ini.
Ketika ditemui oleh tim Jamkesnews ia menceritakan kronologis yang menyebabkan putri pertamanya harus mendapatkan pengobatan kemoterapi akibat kanker yang ia derita.
“Awalnya saya nggak nyangka sama sekali kalau anak saya kena kanker. Gejalanya seperti penyakit demam berdarah, cuma panas dan demam. Tetapi kok lama kelamaan hemoglobin (HB)-nya turun. Ternyata pas dilakukan pengecekkan lebih lanjut anak saya terkena penyakit kanker. Setiap dua minggu sekali anak saya harus menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Amanda, cuma sekarang pindah ke Jakarta,” ujarnya.
Selama melakukan kemoterapi ia tidak pernah merasakan kendala baik dalam administrasi maupun pelayanan. Kedepannya ia berharap agar maysrakat dapat lebih sadar akan pentingnya jaminan kesehatan diri dan keluarganya.
“Alamdulillah selama melakukan pengobatan lancar-lancar saja, harapannya mudah-mudahan lebih baik lagi kedepannya, walaupun iurannya naik tetapi manfaat begitu besar yang saya rasakan. Buat masyarakat yang belum mendaftar lebih baik sedia JKN-KIS sebelum sakit, jangan sakit dulu baru daftar,” tutupnya.(mt/amh)





