Bagian (2) – Selesai Oleh: Siti Nurhayati (*)
Pelaksanaan, Pemantauan, Evaluasi Kebijakan
ILUSTRASI pelaksanaan pembelajaran campuran ini mungkin dapat tergambar melalui penjelasan pengorganisasisan pembelajaran berikut. SMPN 4 Cibitung memiliki 28 rombel, pembagian pembelajarannya dalam sepekan setiap peserta didik akan berada di sekolah sebanyak empat hari pembelajaran tatap muka dan satu hari di rumah. Setiap harinya ada 21 rombel yang hadir bersama di sekolah.
Sisanya sebanyak tujuh rombel di rumah dengan pembelajaran sinkron melalui gmeet atau asinkron menggunakan google classroom (GCR) atau grup whatsapp. Guru mengajar sesuai jadwal yang dibuat baik untuk peserta didik yang di sekolah maupun di rumah. Jadi bisa saja ketika jam ke-1dan k-2 mengajar tatap muka di kelas / ruan / tempat lainnya di sekolah, jam ke-3 nya mengajar sinkronus dengan peserta didik di rumah melalui gmeet atau pembelajaran mandiri dengan GCR/grup whatsapp-nya.
Dan inilah bagian unik dan menantang bagi wakil kepala sekolah bidang akademik dalam membuat pengorganisasian pembelajaran, yaitu proses belajar untuk peserta didik yang di sekolah sebanyak 21 rombel.
Penjadwalan dibuat berbeda setiap pekannya. Karena disini juga diterapkan teknik moving bagi peserta didik. Setiap hari peserta didik di masing-masing jenjang dan kelasnya berpindah. Sedangkan di hari mereka ada di sekolah, terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sebanyak 14 rombel belajar di ruang kelas yang ditentukan untuk mereka di hari tersebut.
Dan 7 rombel berada di ruang dan tempat lain, seperti ruang mipas, ruang seni, masjid, pendopo, saung, lapangan, dan taman. Para peserta didik yang ada di sekolah, belajar pun menggunakan teknik campuran pada proses belajarnya yaitu mendengarkan penjelasan guru sambil mendapat materi ajar dari artikel/video melalui youtube dan platform lainnya.
Peserta didik memang diperbolehkan untuk membawa gadget terutama handphone yang mampu mengakses materi ajar melalui internet.
Demikian ilustrasi yang bisa kami gambarkan tentang kegiatan pembelajaran campuran di SMPN 4 Cibitung.
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari teknik pembelajaran ini yaitu:
- Lebih fleksibel
- Menghemat Biaya dan Waktu
- Penyampaian materi lebih interaktif
- Lebih efektif dan efisien
Pembelajaran menggunakan metode blended learning yang dirancang dengan baik tidak hanya dapat membantu peserta didik mencapai target pembelajaran, tetapi juga dapat membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab.
Dengan adanya penggabungan berbagai strategi, metode, dan teknik mengajar dalam blended learning dan pengorganisasian pembelajaran, SMPN 4 Cibitung dapat membuat penjadwalan belajar menjadi satu shift.
Pembelajaran satu shift ini dapat membantu pesertadidik mencapai target pembelajaran yang telah ditetapkan secaramaksimal karena kecukupan durasi waktu. Selain itu kegiatan pembiasaan dan pembentukan karakter dapat dilakukan setelah pembelajaran intra.
Guru-guru pun memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan dan merencanakan alat/bahan ajar yang membuat pembelajaran kreatif dan efektif.
Serta memiliki waktu untuk melakukan asesmen yang dievaluasi dan ditindaklanjuti untuk pembelajaran berikutnya. Walau memang tetap ada kekurangan yang harus ditanggapi sebagai tantangan untuk diperbaiki.
Seperti pengaturan jadwal penetapan kelas/tempat belajar bagi peserta didik yang selalu berubah setiap harinya sehingga membuat guru kesulitan mencari dimana peserta didik dan tempat gilirannya mengajar di waktu tersebut. Atau kesulitan pembuat jadwal yang harus merubahnya setiap pekan, kontroling dan pemantauan pembelajaran terhadap peserta didik yang ada di rumah dan lain sebagainya.
Menjadi tantangan bagi sekolah terutam kepala sekolah untuk selalu meningkatkan kualitas pembelajaran di SMPN 4 Cibitung. Agar visi sekolah yaitu terwujudnyalulusan yang bertaqwa, inovatif, mandiri, dan peduli pada lingkungan dapat tercapai.
Aamiin..
(*) Kepala Sekolah SMP 4 Cibitung










