Serap Aspirasi Pendidikan, Wakil Ketua Dewan Tinjau Kondisi SDN Wanasari 01 Cibitung

ADVERTORIAL_DIBACA : 26 KALI
TINJAU SEKOLAH : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa, memanfaatkan masa reses sidang pertama Tahun 2026 dengan turun langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SDN Wanasari 01, Kecamatan Cibitung, pada Kamis (30/04/2026).

BEKASI, Tarumanegaranews.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa, memanfaatkan masa reses sidang pertama Tahun 2026 dengan turun langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SDN Wanasari 01, Kecamatan Cibitung, pada Kamis (30/04/2026).

Dalam kunjungannya, Budi menegaskan bahwa reses menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Ia mengungkapkan, agenda resesnya tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan akan dilanjutkan ke sejumlah wilayah lain, termasuk pertemuan warga di Telaga Pesona pada awal Mei mendatang.

“Reses ini kesempatan untuk turun langsung. Saya ingin mendata kondisi sekolah-sekolah, terutama di Cibitung dan Cikarang Barat, agar tahu kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak beberapa hari terakhir dirinya berupaya mengunjungi sejumlah sekolah, meski sempat terkendala oleh berbagai peristiwa yang terjadi. Namun demikian, kunjungan ke SDN Wanasari 01 tetap dilakukan sebagai bagian dari komitmennya menyerap aspirasi dunia pendidikan.

Dari hasil peninjauan, Budi menemukan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Dengan jumlah siswa mencapai 916 orang, sekolah tersebut dinilai memiliki keterbatasan ruang belajar karena hanya tersedia 11 ruang kelas.

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menghadapi kebijakan pemerintah pada 2028 yang mendorong penerapan sistem satu shift (SIP) di sekolah-sekolah.

“Dengan jumlah siswa yang besar, ruang kelas yang ada jelas belum memadai. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar ke depan bisa menyesuaikan dengan kebijakan satu shift,” jelasnya.

Selain keterbatasan ruang, ia juga menyoroti kondisi bangunan lama yang dinilai memprihatinkan. Beberapa ruang kelas yang dibangun sejak 1951 disebut hanya mengalami renovasi ringan pada 2012, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Ini sekolah yang cukup favorit di Wanasari, tapi bangunan lamanya perlu perhatian serius. Kita harus pastikan kenyamanan dan keselamatan siswa,” tambahnya.

Budi berharap, hasil kunjungan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui laporan resmi kepada pimpinan DPRD, Plt Bupati Bekasi, serta dinas terkait. Ia juga mendorong agar dilakukan perencanaan teknis pembangunan melalui Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2026, sehingga pembangunan dapat direalisasikan pada 2027.

Ia menyebutkan, pihak sekolah mengusulkan penambahan sekitar 10 ruang kelas baru dengan konsep bangunan dua lantai untuk menunjang kebutuhan belajar siswa ke depan.

“Harapannya, dinas terkait bisa memprioritaskan sekolah yang memang sangat membutuhkan, baik dari sisi jumlah siswa maupun kesiapan menghadapi kebijakan 2028,” tutupnya. (Mnh/ta/Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *