Jembatan Gantung 80 Meter di Cibarusah Dibangun, Buka Akses Warga dan Dukung Mobilitas Hasil Pertanian

PEMERINTAHANDIBACA : 213 KALI

CIBARUSAH, Tarumanegaranews.id – Pembangunan jembatan gantung sepanjang 80 meter di Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menjadi langkah strategis untuk membuka akses masyarakat sekaligus mendukung mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi kendala akses akibat kondisi wilayah.

“Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Yang paling penting pembangunan ini bisa memberikan manfaat dan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,” ujar Asep saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (10/8/2026).

Menurut Asep, pembangunan infrastruktur harus diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkawasan, tetapi juga mampu menunjang aktivitas dan mobilitas warga.

“Dengan adanya pembangunan ini, kita berharap akses masyarakat semakin mudah dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dikerjakan selama hampir dua bulan dengan melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat.

“Jembatan ini panjangnya 80 meter dan menjadi salah satu yang terpanjang di Kabupaten Bekasi. Proses pengerjaannya hampir dua bulan dengan melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat,” ujar Michael.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi atas persoalan akses yang selama ini dihadapi masyarakat. Sebelumnya, warga harus melewati aliran air yang kerap mengalami peningkatan debit saat hujan maupun banjir. Kondisi tersebut juga menyulitkan warga ketika membawa hasil pertanian.

“Selama ini masyarakat mengeluhkan akses karena harus melewati aliran air dan kadang banjir, termasuk ketika membawa hasil pertanian. Jadi kita memberikan bantuan melalui program ini,” katanya.

Selain pembangunan jembatan, program tersebut juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat setelah ditemukan sumber air di sekitar lokasi pembangunan.

“Alhamdulillah di titik pembangunan ini kita menemukan titik air. Karena daerah Cibarusah identik dengan persawahan dan ketika kemarau air cukup sulit, air ini kita manfaatkan untuk masyarakat,” ujar Michael.

Sumber air tersebut kemudian dimanfaatkan dengan membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk menunjang kebutuhan masyarakat sekitar.

“Kita juga membangun MCK. Mungkin ini menjadi perhatian karena air yang ditemukan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.

Michael menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur jembatan yang mencakup sejumlah jenis konstruksi di Kabupaten Bekasi.

“Untuk di Kabupaten Bekasi ada tiga jenis jembatan, yaitu jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco. Yang sudah terbangun masing-masing enam unit jembatan gantung, enam unit jembatan beton, dan delapan unit jembatan Aramco,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut dapat memperkuat akses warga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, khususnya dalam mendukung mobilitas hasil pertanian.

“Proses pengerjaannya kita lakukan bersama masyarakat, karena masyarakat yang selama ini merasakan langsung kesulitan akses di lokasi ini,” pungkasnya. (red/mnh/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *