CIKARANG – Dalam upaya mencegah terjadinya persepsi yang salah di masyarakat, BPJS Kesehatan Cikarang bersama Jamkeswatch Kabupaten Bekasi mengadakan pertemuan terkait layanan Program JKN-KIS di Cikarang pada Rabu (12/03/2020). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cikarang dan beberapa anggota Jamkeswatch. Pertemuan kegiatan ini sudah kedua kalinya di adakan di Cikarang.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala cabang BPJS Kesehatan Cikarang, Nurifansyah mengatakan kepada seluruh anggota Jamkeswatch untuk dapat melakukan pemantauan terhadap masyarakat untuk memastikan telah mendaftarkan diri pada Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Saya berpesan kepada anggota Jamkeswatch selaku penjembatani antara BPJS Kesehatan dengan masyarakat untuk dapat memastikan bahwa setiap masyarakat sudah terdaftar menjai peserta JKN-KIS. Jangan sampai waktu sakit masyarakat mau berobat mereka kesulitan karena tidak terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Bagi masyarakat yang tidak mampu dapat mengajukan diri menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI),” ujar Ifan.
Dalam kegiatan tersebut salah satu perwakilan Jamkeswatch, Supriadi mengapresiasi dengan adanya Program JKN-KIS yang dapat memberikan dampak baik kepada maysrakatnya. Ia berharap agar kedepannya bisa membawa lembaga lainnya untuk dapat bertemu dengan pengelola BPJS Kesehatan Cikarang dalam kegiatan tersebut agar lembaga lainnya mendapatkan informasi yang akurat terkait JKN-KIS.
“Kami mengapresiasi sangat dengan adanya program yang dapat memberikan dampak baik kepada masyarakatnya. Harapannya agar lembaga Swadaya Maysrakat (LSM) yang ada di Kabupaten Bekasi dapat ikut dalam kegiatan positif seperti ini,” ujar Supriadi.
Tidak hanya diharapkan dapat menyamakan persepsi yang beredar di masyarakat, namun sebagai identifikasi masalah dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada di masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami jadi lebih tahu dan bisa berkomunikasi lebih dekat dengan BPJS Kesehatan mengenai apa keluhan yang sering terjadi di masyarakat dan apa solusinya. Nanti kami bisa sampaikan kepada masyarakat sekitar mengenai informasi yang sudah diberikan BPJS Kesehatan ini,” ujarnya.
Selain itu, anggota Jamkeswatch lainnya, Henut juga menyampaikan bahwa sebagai pemilik kawasan industri terbesar di Indonesia, masih ada perusahaan yang tidak jujur dan mendaftarkan hanya sebagian pekerjanya ke dalam Program JKN-KIS. Padahal biaya tersebut dapat membantu BPJS Kesehatan keluar dari masalah kesulitan biaya yang dihadapi saat ini.
“Di lapangan masih ada beberapa Perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian karyawannnya kedalam Program JKN-KIS atau ada juga yang memotong uang pekerjanya untuk jaminan kesehatan namun tidak dibayarkan ke JKN-KISnya. Padahal biaya tersebut lumayan untuk dapat membantu BPJS untuk dapat mengoptimalkan pelayanannya kepada masyarakat.” jelas Henut.
Di akhir kegiatan pertemuan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cikarang menggandeng Jamkeswatch untuk dapat bersama-sama membangun dan membantu dalam melayani masyarakat serta membangun jaminan kesehatan yang sesuai dengan amanah undang-undang, karena kunci utama dari berjalannya Program JKN-KIS adalah dengan partisipasi di seluruh elemen masyarakat Indonesia (HK/rr/amh).






