CIKARANG – Kehadiran seorang anak merupakan kebahagiaan bagi sebagian besar orang tua. Begitupun memiliki anak yang dapat tumbuh sehat. Namun jika takdir berkata lain, tidak ada yang bisa melawannya. Aman (38) yang merupakan salah satu peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) harus menerima kenyataan bahwa putra kecilnya harus menderita penyakit atresia ani atau kesulitan buang air besar sejak lahir.
“Semenjak lahir putra saya harus menderita penyakit sulit buang air besar yang menyebabkan perutnya besar membengkak. Waktu itu langsung dibuatkan kolostomi atau pembuatan lubang di bagian perut sebagai tempat penampung fasesnya. Sedih itu pasti, tapi saya tetap tegar demi anak dan istri saya,” ujar Aman kepada Formenews.Id
Ia pun menceritakan walaupun saat ini dirinya berprofesi sebagai buruh serabutan yang memiliki penghasilan tidak menentu. Ia tetap berjuang keras untuk menafkahi keluarga kecilnya.
“Saat ini saya merantau bersama istri dan anak saya di Cikarang Timur. Orang tua dan keluarga saya lainnya di Ciamis. Saat ini saya bekerja sebagai serabutan. Serabutan apa saja saya ambil mau serabutan bangunan dan serabutan lainnya yang penting saya dapat uang yang berkah dan halal,” ujarnya.
Aman-pun mengungkapkan rasa syukurnya lantaran Program JKN-KIS membantu dirinya dalam membiayai pengobatan anaknya.
“Alhamdulillah kondisi anak saya sudah mulai membaik. Saat ini usianya 4 bulan. Saya bersyukur sekali dengan adanya Program JKN-KIS ini, karena dapat membantu meringankan pengobatan anak saya. Apalagi bagi saya yang kesulitan dalam ekonomi sehari-hari. Saling gotong royonglah membantu sesama. Iuranku membantu mu iuranmu membantuku” ujarnya.
Aman sempat meniatkan untuk merawat jalan anaknya. Namun karena kondisi anaknya yang tidak memungkinkan akhirnya aman terpaksa merawat anaknya di salah satu rumah sakit provider BPJS Kesehatan di Kabupaten Bekasi.
“Awlnya tadi mau rawat jalan di rumah karena perut anak saya yang semakin lama semakin membengkak jadi mau gak mau harus dibawa ke rumah sakit. Untung saja saya menggunakan kartu JKN-KIS untuk biaya pengobatan anak saya. Kalau pakai biaya umum saya gak akan sanggup. Alhamdulillah selama mengurus administrasi tidak ada kendala apapun. Pelayanannya pun baik-baik.” ujarnya. (HK/rr/amh)






