Wynanda Percaya Iuran JKN-KIS Bisa Bantu Sesama

BEKASI TERKINI, INFO KITA, KESEHATANDIBACA : 3.455 KALI

 

CIKARANG– Sejak diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) banyak masyarakat yang saat ini sudah menerima manfaat dari iuran tersebut seperti salah satu peserta JKN-KIS segementasi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Wynanda Bagiyo Saputri. Wynanda yang kesehariannya disibukkan sebagai ibu rumah tangga menceritakan pengalamannya saat menggunakan Program JKN-KIS untuk pengobatan putri kecilnya. Menurutnya Biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh Program JKN-KIS dalam pembiayaan putri kecilnya yang bernama Kirana tidak bisa dihitung lagi besarannya.

“Sebelumnya, Kirana dirawat selama 27 hari di awal kelahiran. Tagihan sekitar 40 juta (lebih) semuanya dibiayai oleh Program JKN-KIS. Sekali konsultasi dokter spesialis dan sub Spesialis. Jika membayar pribadi mungkin kisaran 175 ribu – 200 ribu. Entah sudah berapa ratus kali harus konsultasi doker,” ujar Wynanda, kepada Formenews.id

Tidak tanggung-tanggung, pelayanan yang diberikan kepada peserta jaminan kesehatan nasional ini. Ibu dari Kirana ini pun mengatakan anaknya sering mendapatkan pemeriksaan penunjang dalam pengobatannya.

“Biaya pemerikasaan penunjang seperti lab Radiologi terendah yang selama ini Kirana jalani, kalau tidak salah senilai sekitar 300 ribu untuk satu kali. Ada jenis pemeriksaan yang berbiaya jutaan untuk sekali pemeriksaan. Entah sudah berapa puluh kali kirana melakukan pemeriksaan penunjang. Biaya terapi kirana dulu, kalau tidak salah senilai 80 ribu per sesi. Kirana terapi sejak usia 6 bulan, 1 kali seminggu, hingga tahun 2017 masih pakai JKN KIS. Ini pun belum ditambah biaya operasi, rawat inap, ICU. Bahkan lensa kacamata Kirana saja dicover oleh Program JKN-KIS,” lanjut Wynanda.

Ia pun mengatakan dibandingkan dengan iuran yang dikelurkan setiap bulannya, biaya pengobatan yang telah kirana gunakan belum cukup menggantikan besarnya biaya pengobatan yang ia keluarkan.

“Jika iuran JKN KIS kelas 1 senilai 200 ribu setiap bulan per orang, kami harus membayar senilai 800 ribu per bulan untuk 4 orang. Usia kirana 5 tahun 7 bulan, berarti kami membayar sebanyak 53,6 juta. Iuran yang telah kami bayarkan hanya cukup untuk membiayai perawatan kirana selama di NICU dan Perina selama 27 hari pertama kehidupannya. Kenyataannya iuran JKN-KIS masih kurang dari 200 ribu bahkan setelah kenaikannya pun tidak sampe segitu,” tambahnya.

Wynanda pun mengatakan prinsip gotong royong yang diterapkan oleh Program JKN-KIS merupakan prinsip yang tepat. Dengan adanya prinsip tersebut masyarakat dapat saling membantu sesama.

“Dari mana biaya lainnya di dapat kalau tidak dari bantuan peserta lainnya. Program JKN KIS menggunakan prinsip gotong royong, maka iuran yang kamu bayarkan akan digunakan untuk membantu membiayai biaya medis peserta JKN-KIS yang lebih membutuhkan saat itu,” sambung Wynanda.

Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat terutama peserta JKN-KIS yang belum pernah merasakan manfaat dari Program jaminan kesehatan untuk tetap bersyukur lantaran diberikan kesehatan.

Percayalah, bahwa uang yang kamu bayarkan itu bisa membantu sesama. Ada banyak pasien seperti Kirana. Lahir dengan kelainan bawaan yang tidak di cover asuransi swasta tapi membutuhkan biaya medis tak terhingga. Bersyukurlah jika tak harus menggunakan Program JKN-KIS, karena itu artinya allah masih berikan kenikmatan sehat, sementara kami pengguna Program JKN-KIS diberikan nikmat berjuang untuk sehat,” tutupnya (HK/rr).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *